Selasa, 08 Mei 2012

Kain Tenun


Kain Tenun: 5 Hal yang Perlu Kamu Ketahui

Ingatan masa kecil itu tak pernah pudar. Oleh-oleh yang diberikan ayah pada ibu menetap jelas dalam ingatan. Ini tentang sehelai kain dengan permukaan bertekstur, motif yang unik, dan warna-warna yang tegas.
Kain tenun adalah oleh-oleh yang kerap dibawa ayah sepulang bertugas. Sebut saja kalau beliau dari Sumatra, Kalimantan, atau Bali.
“Ini kain songket,” kata ibu.
Saya mengamati detil kain yang rumit. Di antara jalinan benang-benang tebal yang membentuk motif geometris tersebut terselip benang berwarna emas. Berbeda dengan benang lainnya, benang tersebut agak lebar, namun sangat tipis. Aksen warna emas di sela-sela motif membuat kain semakin cantik.
Biasanya, ibu menjahit kain-kain tenun tersebut menjadi rok span panjang, dengan belahan di bagian belakang untuk memudahkannya berjalan. Rok tersebut akan dipadu dengan atasan dari bahan brokat, dan dikenakan untuk menghadiri pesta pernikahan.

1. Kain Tenun, Sebuah Budaya
Kain tenun yang dihasilkan daerah-daerah tertentu di Indonesia tidak dibuat untuk keperluan sandang semata. Kain tenun disimpan sebagai benda pusaka yang diwariskan secara turun temurun, alat barter, atau dipakai saat upacara adat.
Kain tenun juga pernah digunakan sebagai mata uang, seperti di Buton Sulawesi Tenggara dan di Papua. Di Buton, mata uang ditenun oleh putri-putri raja. Sementara di Papua yang tidak mengenal tradisi menenun, menggunakan sobekan kain tenun dari Timor untuk alat pembayaran.
2. Bahan Dasar kain Tenun
Benang yang digunakan untuk membuat kain tenun umumnya berasal dari serat alami. Masyarakat Sangir dan Talaud menggunakan serat dari pohon pisang liar yang disebut koffo, suku Dayak Iban memakai serat nanas, sementara penduduk Toraja memakai serat daun lontar. Selain itu, juga berasal dari kapas yang dipilin dan dipintal menggunakan alat tradisional untuk menjadi benang.
3. Pewarna
Warna-warna indah pada kain tenun berasal dari pewarna alami. Benang yang akan dijadikan kain tenun melalui proses pencelupan untuk menghasilkan warna berbeda. Tentang tua-mudanya warna tergantung berapa lama proses pencelupan.
Warna biru berasal dari tanaman indigo. Buah mengkudu dapat menghasilkan warna coklat, merah, dan ungu. Kuning dari kunyit, sementara hijau adalah campuran kunyit dan indigo. Sementara itu warna hitam diperoleh dengan merendam benang dalam lumpur, atau campuran indigo dengan berbagai bahan warna lain.
4. Ragam Hias
Ragam hias kain tenun umumnya dipengaruhi oleh konsep alam seperti flora, fauna, gunung, sungai, matahari, juga kepercayaan magis. Unsur-unsur tersebut diwujudkan dalam garis-garis geometris berbentuk spiral, kait, segi tiga, segi empat, bulatan, dll.
5. Teknik Membuat Tenun Ikat
Ada tiga teknik yang paling umum dalam membuat kain tenun. Pertama, teknik ikat lungsi, yaitu menciptakan ragam hias dan pencelupan hanya pada benang lungsi atau vertikal. Kedua, teknik ikat pakan, yaitu ragam hias ikatnya dibuat pada benang pakan, atau horizontal. Terakhir, teknik tenun ikat berganda, dimana pola ragam hias dibuat pada benang lungsi dan pakan sekaligus.
Puluhan tahun berselang, ternyata masih ada satu rok kain tenun milik ibu yang masih genjreng warnanya. Dengan mesin jahitnya, ibu memermak beberapa bagian rok sehingga pas benar dengan ukuran tubuhnya saat ini.
Terbukti, kain tradisional, yang bagi sebagian orang mungkin dianggap ketinggalan zaman, sesungguhnya justru sangat lentur mengikuti laju zaman.
Klasik dan selalu menarik!

Cara Membuat Kerajinan Tangan dari Flanel


Kerajinan tangan dengan bahan flanel saat ini menjadi salah satu kerajinan tangan yang sangat diminati. Pembuatan yang cukup mudah serta bahan-bahan yang mudah dicari tentunya menjadi alasan utama disamping karena bisa dibuat berbagai macam benda.
Berikut ini macam-macam tusuk jahit dan tusuk hias yang digunakan dalam kerajinan tangan flanel :
1. Tusuk Feston
Tusuk feston ini biasa digunakan untuk menggabungkan 2 lembar kain flanel dan juga merapikan pinggiran kain flanel.
2. Tusuk Rol
Tusuk rol ini juga digunakan untuk menggabungkan 2 lembar kain flanel. Apabila dikerjakan dengan hati-hati maka akan menghasilakn jahitan yang jauh lebih rapi dan halus daripada tusuk feston.
3. Tusuk Tikam Jejak
Tusuk tikam jejak ini biasa digunakan untuk membuat bentuk mulut.
4. Tusuk Pipih
Tusuk pipih ini biasa digunakan untuk membuat bentuk hidung.
5. Tusuk Jeruji
Tusuk jeruji ini biasanya hanya digunakan sebagai hiasan.
Bahan dan alat yang digunakan dalam pembuatan kerajinan tangan dari flanel antara lain :
  1. kain flanel
  2. benang sulam
  3. jarum jahit
  4. dakron/kapas
  5. manik-manik
  6. lem serbaguna (all pupose adhesive), lem PVAc, melty stick (batangan lem)
  7. glue gun (lem tembak)
  8. gunting
  9. bahan pelengkap (gantungan kunci, gantungan handphone, jepit rambut, karet rambut, bros
Berikut ini beberapa bentuk kerajinan tangan yang terbuat dari kain flanel :
Gantungan Kunci Keropi
Cara membuat :
1. Membuat pola dari kertas kemudian di gunting.
2. Gunting kain flanel sesuai pola yang sudah dibuat di kertas.
3. Pasang mata dan buat bentuk mulut pada kain flanel bentuk keropi. Untuk memasang mata bisa menggunakan lem tembak. Untuk membuat mulut menggunakan tusuk tikam jejak.
4. Gabungkan kedua lembar kain flanel bentuk keropi, jahi sekelilingnya menggunakan tusuk feston. Sisakan sedikit bagian untuk memasukkan dakron kemudian setelah selesai memasukkan dakron selesaikan dengan menjahit menggunakan tusuk feston.
5. Dibagian atasnya selipkan tali untuk mengaitkan gantungan kunci.
6. Gunting kain flanel dengan bentuk bulat untuk ditempelkan di pipi.
 
 
(Maimunah/Carapedia)


Pencarian Terbaru (100)
Kerajinan kain flanel. Kerajinan tangan. Cara membuat kerajinan tangan. Kain flanel. Flanel. Cara membuat bros dari kain flanel. Kerajinan dari kain flanel.
Cara membuat kerajinan tangan dari kain flanel. Cara membuat kerajinan kain flanel. Kerajinan flanel. Ketrampilan tangan. Cara menjahit kain flanel. Membuat kerajinan tangan. Tusuk feston.
Macam macam kerajinan tangan. Gantungan kunci dari kain flanel. Cara membuat tas dari kain perca. Cara membuat kerajinan flanel. Contoh kerajinan tangan. Cara membuat tas dari kain flanel. Cara membuat flanel.
Cara membuat kerajinan tangan yang mudah. Cara membuat kerajinan. Cara membuat kain flanel. Ketrampilan dari kain flanel. Cara membuat aksesoris dari kain flanel. Ketrampilan kain flanel. Tutorial flanel.
Kerajinan tangan dari flanel. Hiasan dari kain flanel. Tusuk tikam jejak. Kerajinan tangan dari kertas. Kerajinan tangan kain flanel. Macam macam tusuk hias. Kerajinan tangan flanel.
Tusuk pipih. Kerajinan kain flanel dan cara membuatnya. Cara membuat tusuk feston. Prakarya dari kain flanel. Bros kain perca. Pengertian kerajinan tangan. Kerajinan dari flanel.
Macam kerajinan tangan. Kerajinan tangan dari kain flanel dan cara pembuatannya. Membuat kerajinan. Bros dari kain perca. Cara pembuatan kerajinan tangan. Cara tusuk feston. Cara cara membuat kerajinan tangan.
Tusuk flanel. Kain fanel. Cara membuat bros dari flanel. Macam macam tusuk jahit. Cara membuat keterampilan tangan. Kerajinan tangan dan cara pembuatannya. Kerajinan tangan dari kain perca.
Kerajinan tangan dari kain. Tutorial kain flanel. Langkah langkah membuat kerajinan tangan. Cara membuat prakarya. Cara buat kerajinan tangan. Contoh kerajinan tangan dari kain flanel. Kain planel.
Cara membuat gantungan dari kain flanel. Membuat gantungan kunci dari kain flanel. Cara membuat kerajinan kain perca. Cara menjahit tusuk feston. Cara kerajinan tangan. Membuat keterampilan. Cara membuat bros dari kain.
Cara membuat kerajinan tangan dari flanel. Pola kerajinan flanel. Tusuk hias. Cara membuat aksesoris. Membuat kerajinan tangan dari kain flanel. Cara membuat tas kain. Tutorial kerajinan tangan.
Teknik menjahit kain flanel. Kerajinan dari kain fanel. Cara membuat tusuk tikam jejak. Cara membuat ketrampilan. Tutorial kerajinan flanel. Hiasan kain flanel. Macam macam tusuk.
Tas dari kain flanel. Cara membuat bros kain. Cara membuat bros kain perca. Gantungan kunci kain flanel. Cara membuat aksesoris rambut. Macam macam kerajinan tangan dan cara pembuatannya. Cara membuat ketrampilan tangan.
Belajar kerajinan tangan. Kerajinan flanel terbaru. Cara membuat kerajinan dari teknik menempel. Membuat kerajinan flanel. Kerajinan dari kain. Kerajinan kain felt. Kain flanel kerajinan.
Kerajinan dari kain planel. Keterampilan tangan dari kain flanel.

Senin, 07 Mei 2012

macam macam kain katun

Berikut ini adalah macam-macam kain katun yang aku ketahui, mudah-mudahan sih benar, kalau ada yang salah mohon koreksinya ya….. 
 1. Katun Jepang Sekilas sama seperti kain katun biasa pada umumnya, tetapi jika diperhatikan ada beberapa ciri khusus,
 yaitu : - dibagian sisi ujung bahan terdapat tulisan “japan design” dan atau terdapat kode warna pada kain tersebut. daya serap keringat bagus. - harga lebih mahal dari kain katun biasa. 
- permukaan kain lebih halus. - warna lebih awet dan tahan lama.
 - sering dan cocok digunakan untuk blouse wanita.
 2. Katun Paris Motif Sebetulnya katun Paris hampir sama dengan katun Jepang dalam hal : - memiliki kode warna pada kain
. - daya serap keringat bagus. 
- harga relatif lebih mahal. 
- warna dan permukaan kain sama dengan katun Jepang. 
 Perbedaaanya adalah kain katun Paris lebih tipis dibanding katun Jepang. Biasa digunakan untuk blouse wanita.
 3. Katun Paris polos. Katun jenis ini sebenarnya hampir sama dengan katun biasa, hanya saja lebih tipis. Harganya sendiri hampir sama dengan katun biasa, dan katun ini tidak ada kode warna di kainnya. Sering digunakan untuk blouse wanita dan bahan kerudung. 
 4. Katun Silk/India/Zada Katun jenis ini ada 2 jenis yaitu yang tipis dan tebal.
 Ciri-ciri kain katun ini adalah :
 - permukaan kain lebih mengkilap. 
- harga sedikit lebih mahal diatas katun biasa, namun tidak semahal katun Jepang. 
- daya serap keringat paling rendah. 
- warna kilapnya awet meskipun sering dicuci. 
 5. Katun Minyak Kain katun ini sama seperti katun lainnya cuma permukaannya terkesan berminyak (kilapnya lain dengan katun silk).
 - harga sama dengan katun biasa.
 - daya serap keringat lumayan. 
- kilap akan berkurang setelah beberapa kali pencucian. 
6. Katun biasa - motifnya macam-macam : polos, garis, kotak, bunga atau abstrak. - harga relatih lebih murah.
 - tidak ada ciri khusus seperti kode warna. 
 - daya serap keringat sedang s/d bagus, tergantung prosentasi bahan katunnya. 
- warnanya awet meskipun masih dibawah katun Jepang.

sejarah batik indonesia

Batik secara historis berasal dari zaman nenek moyang yang dikenal sejak abad XVII yang ditulis dan dilukis pada daun lontar. Saat itu motif atau pola batik masih didominasi dengan bentuk binatang dan tanaman. Namun dalam sejarah perkembangannya batik mengalami perkembangan, yaitu dari corak-corak lukisan binatang dan tanaman lambat laun beralih pada motif abstrak yang menyerupai awan, relief candi, wayang beber dan sebagainya. Selanjutnya melalui penggabungan corak lukisan dengan seni dekorasi pakaian, muncul seni batik tulis seperti yang kita kenal sekarang ini. Jenis dan corak batik tradisional tergolong amat banyak, namun corak dan variasinya sesuai dengan filosofi dan budaya masing-masing daerah yang amat beragam. Khasanah budaya Bangsa Indonesia yang demikian kaya telah mendorong lahirnya berbagai corak dan jenis batik tradisioanal dengan ciri kekhususannya sendiri. Perkembangan Batik di Indonesia Sejarah pembatikan di Indonesia berkaitan dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan kerajaan sesudahnya. Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerajaan Solo dan Yogyakarta. Kesenian batik merupakan kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluarga raja-raja Indonesia zaman dulu. Awalnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam kraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Oleh karena banyak dari pengikut raja yang tinggal diluar kraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar kraton dan dikerjakan ditempatnya masing-masing. Dalam perkembangannya lambat laun kesenian batik ini ditiru oleh rakyat terdekat dan selanjutnya meluas menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah tangganya untuk mengisi waktu senggang. Selanjutnya, batik yang tadinya hanya pakaian keluarga istana, kemudian menjadi pakaian rakyat yang digemari, baik wanita maupun pria. Bahan kain putih yang dipergunakan waktu itu adalah hasil tenunan sendiri. Sedang bahan-bahan pewarna yang dipakai terdiri dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri antara lain dari : pohon mengkudu, tinggi, soga, nila, dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanah lumpur. Jadi kerajinan batik ini di Indonesia telah dikenal sejak zaman kerajaan Majapahit dan terus berkembang hingga kerajaan berikutnya. Adapun mulai meluasnya kesenian batik ini menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad ke-XVIII atau awal abad ke-XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad ke-XX dan batik cap dikenal baru setelah usai perang dunia kesatu atau sekitar tahun 1920. Kini batik sudah menjadi bagian pakaian tradisional Indonesia. Batik Pekalongan Meskipun tidak ada catatan resmi kapan batik mulai dikenal di Pekalongan, namun menurut perkiraan batik sudah ada di Pekalongan sekitar tahun 1800. Bahkan menurut data yang tercatat di Deperindag, motif batik itu ada yang dibuat 1802, seperti motif pohon kecil berupa bahan baju. Namun perkembangan yang signifikan diperkirakan terjadi setelah perang besar pada tahun 1825-1830 di kerajaan Mataram yang sering disebut dengan perang Diponegoro atau perang Jawa. Dengan terjadinya peperangan ini mendesak keluarga kraton serta para pengikutnya banyak yang meninggalkan daerah kerajaan. Mereka kemudian tersebar ke arah Timur dan Barat. Kemudian di daerah - daerah baru itu para keluarga dan pengikutnya mengembangkan batik. Ke timur batik Solo dan Yogyakarta menyempurnakan corak batik yang telah ada di Mojokerto serta Tulungagung hingga menyebar ke Gresik, Surabaya dan Madura. Sedang ke arah Barat batik berkembang di Banyumas, Kebumen, Tegal, Cirebon dan Pekalongan. Dengan adanya migrasi ini, maka batik Pekalongan yang telah ada sebelumnya semakin berkembang. Seiring berjalannya waktu, Batik Pekalongan mengalami perkembangan pesat dibandingkan dengan daerah lain. Di daerah ini batik berkembang di sekitar daerah pantai, yaitu di daerah Pekalongan kota dan daerah Buaran, Pekajangan serta Wonopringgo. Perjumpaan masyarakat Pekalongan dengan berbagai bangsa seperti Cina, Belanda, Arab, India, Melayu dan Jepang pada zaman lampau telah mewarnai dinamika pada motif dan tata warna seni batik. Sehubungan dengan itu beberapa jenis motif batik hasil pengaruh dari berbagai negara tersebut kemudian dikenal sebagai identitas batik Pekalongan. Adapun motifnya antara lain batik Jlamprang diilhami dari Negeri India dan Arab, batik Encim dan Klengenan, dipengaruhi oleh peranakan Cina, batik Pagi Sore oleh Belanda, dan batik Hokokai, tumbuh pesat sejak pendudukan Jepang. Perkembangan budaya teknik cetak motif tutup celup dengan menggunakan malam (lilin) di atas kain yang kemudian disebut batik, memang tak bisa dilepaskan dari pengaruh negara-negara itu. Ini memperlihatkan konteks kelenturan batik dari masa ke masa. Batik Pekalongan menjadi sangat khas karena bertopang sepenuhnya pada ratusan pengusaha kecil, bukan pada segelintir pengusaha bermodal besar. Sejak berpuluh tahun lampau hingga sekarang, sebagian besar proses produksi batik Pekalongan dikerjakan di rumah-rumah. Akibatnya, batik Pekalongan menyatu erat dengan kehidupan masyarakat Pekalongan yang kini terbagi dalam dua wilayah administratif, yakni Kotamadya Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan. Pasang surut perkembangan batik Pekalongan, memperlihatkan Pekalongan layak menjadi ikon bagi perkembangan batik di Nusantara. Ikon bagi karya seni yang tak pernah menyerah dengan perkembangan zaman dan selalu dinamis. Kini batik sudah menjadi nafas kehidupan sehari-hari warga Pekalongan dan merupakan salah satu produk unggulan. Hal itu disebabkan banyaknya industri yang menghasilkan produk batik. Karena terkenal dengan produk batiknya, Pekalongan dikenal sebagai Kota Batik. Julukan itu datang dari suatu tradisi yang cukup lama berakar di Pekalongan. Selama periode yang panjang itulah, aneka sifat, ragam kegunaan, jenis rancangan, serta mutu batik ditentukan oleh iklim dan keberadaan serat-serat setempat, faktor sejarah, perdagangan dan kesiapan masyarakatnya dalam menerima paham serta pemikiran baru. Batik yang merupakan karya seni budaya yang dikagumi dunia, diantara ragam tradisional yang dihasilkan dengan teknologi celup rintang, tidak satu pun yang mampu hadir seindah dan sehalus batik Pekalongan. Copyrights © 2007 - 2012 BatikMarkets.com

Kampung Batik Palbatu, Gerakan Membatik Jakarta

Minggu, 6 Mei 2012 | 20:45 WIB Kampung Batik TERKAIT: Di Jakarta Pun Ada Kampung Batik Batik "Beresin Jakarta" untuk Diwakafkan Kampung Laweyan, Kampung Batik yang Eksotis Kampung Kauman, Surga Batik Solo KOMPAS.com - Batik memang tidak dibuat dari bahan cat. Batik dibuat dari cairan yang diolah dari canting. Namun, kampung batik yang satu ini justeru menggunakan cat untuk membatik, karena benda yang diberi motif batik bukanlah kain, melainkan jalanan dan dinding rumah. Memang, acaranya belum sebesar acara Karnaval Batik di Solo atau di kota-kota lainnya. Tapi bagi kami, yang terpenting adalah memulai dulu. Dari gerakan kecil ini kami berharap akan merambat ke kota-kota lain. -- Harry Domino Kampung Batik Palbatu, di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, adalah satu-satunya wilayah di Jakarta yang memiliki rumah warga dan jalanan yang dicat dengan motif batik. Karena hal inilah, Kampung Batik Palbatu meraih dua rekor dari Museum Rekor Indonesia (MURI) pada 2011 dan 2011. Kampung Batik Palbatu juga telah telah dua kali menyelenggarakan Jakarta Batik Carnival. Penyelenggaraan pertamanya diadakan pada 21-22 Mei 2011 lalu, sedangkan pelaksanaan keduanya berlangsung pada 5-6 Mei 2012. Meski tak sebesar penyelenggaraan festival batik di Solo dan kota-kota lainnya, Jakarta Batik Carnival yang digagas di wilayah ini telah menghadirkan 27 perajin batik dari Sumetara hingga Jawa. Tahun ini, Jakarta Batik Carnival 2012 didukung oleh AkzoNobel Decorative Paints Indonesia (PT ICI Paints Indonesia), yang merupakan produsen cat Dulux. "Kami menyediakan 120 ribu liter cat yang akan digunakan warga untuk mengecat dinding luar rumah mereka dengan motif batik. Jumlah ini mungkin akan bertambah, sesuai kebutuhan warga," ungkap Mediko Azwar, GM Marketing PT ICI Paints Indonesia, dalam jumpa pers pembukaan Jakarta Batik Carnival 2012, di Kampung Batik Palbatu, Jakarta, Sabtu (5/5/2012) kemarin. Selama ini, pelaksanaan konsep kampung batik dengan mengecat dinding rumah dan jalanan di wilayah Palbatu memang digagas oleh 4 orang pecinta batik. Keempat orang tersebut adalah Ismoyo W Bimo, Harry Domino, Iwan Darmawan, serta Safri. Mereka melakukan pengecatan secara mandiri, dengan sesekali dibantu donatur yang tertarik membantu mereka. "Kami terima sumbangan, biar seribu-dua ribu perak, asal pelan-pelan rumah warga bisa dicat batik. Akhirnya, ada juga sponsor yang mau menyumbangkan cat untuk melanjutkan misi kami," jelas Harry Domino. Harry mengaku, biaya yang dikeluarkan untuk membuat konsep kampung batik dan acara Jakarta Batik Carnival ini dimulai dengan modal Rp 15 juta. Sampai penyelenggaraan kedua pun, kata dia, pengeluarannya tidak lebih dari Rp 30 juta. "Saya memang belum sempat ngitung, tapi kira-kira segitu. Artinya, tidak perlu biaya besar-besaran untuk membuat sesuatu yang menggerakkan. Yang penting jalan dulu, biaya akan datang dengan sendirinya," ujar Harry. Beragam kegiatan Jakarta Batik Carnival yang digelar selama dua hari setiap tahunnya ini berisi praktik membatik dengan canting di Sanggar Setapak dan Sanggar Cantingku, pergelaran fesyen, pentas seni, dan kuliner tradisional. Acara festival terbuka untuk umum dan gratis. Tahun ini, sebanyak 27 perajin batik dari berbagai daerah siap menerangkan sejarah hingga proses pembuatan batik kepada para pengunjung. Perajin menggunakan 30 rumah warga untuk pameran batik sekaligus memberikan edukasi yang dibutuhkan warga dan pengunjung seputar dunia batik. "Memang, acaranya belum sebesar acara Karnaval Batik di Solo atau di kota-kota lainnya. Tapi bagi kami, yang terpenting adalah memulai dulu. Dari gerakan kecil ini kami berharap akan merambat ke kota-kota lain," jelas Harry. Dukungan Tahun ini Jakarta Batik Carnival juga dibantu oleh Yayasan Nalacity. Tahun lalu, meski belum didukung sponsor, Jakarta Batik Carnival tetap ramai dan sukses karena didukung banyak pihak yang tak dipublikasikan oleh Harry. Adapun Yayasan Nalacity merupakan yayasan penampung para wanita penderita kusta yang dikucilkan keluarga dan orang-orang terdekatnya. "Kami membantu penyelenggaraan Jakarta Batik Carnival karena memiliki prinsip dan konsep yang serupa, yakni memanfaatkan kreatifitas untuk mewarnai hidup," ujar Hafiza Elfira, salah satu pendiri Nalacity Foundation. Nalacity, yang semula proyek sosial, kini berubah menjadi proyek sosial bisnis. Yayasan ini menjual produk jilbab, yang hasil penjualannya disumbangkan untuk para penderita kusta. Pun, demikian kiranya dengan Kampung Batik Palbatu. Jika semula hanya wadah pelestarian budaya, Kampung Batik Palbatu kini memiliki 7 gerai batik komersial. Hasil dari gerai-gerai batik itu kini bisa membantu pemasukan keuangan baru bagi warga sekitar. Inilah yang membuat Elfira merasa, bahwa Nalacity memiliki kesamaan visi dengan Kampung Batik Palbatu.

Minggu, 06 Mei 2012

macam kain

Jenis dan Sifat Bahan Tekstil Readed 3133 times, Posted 2010-12-27 Category: Just Info Taged as Fashion (8) Fabric (6) Bahan tekstil memiliki keanekaragaman jenis dan bahan dasar yang berasal dari alam. Bahan dasar tekstil akan mempengaruhi sifat dari bahan tekstil yang telah diproduksi. Jenis Serat Pada dasarnya serat tekstil berasal dari tiga unsur utama, yaitu serat yang berasal dari alam(tumbuh-tumbuhan dan hewan), serat buatan(sintetis) dan galian (asbes, logam). Serat alam yang berasal dari tumbuh-tumbuhan antara lain: kapas, lenan, rayon, nenas, pisang. Serat alam yang berasal dari hewan yakni: dari bulu beri-beri, adapun bahan yang berasal dari serat tersebut adalah bahan wol.sedangkan serat dari ulat sutra menghasilkan bahan tekstil sutra Serat buatan (termoplastik) merupakan bahan tekstil yang berasal dari serat buatan ini adalah berupa Dacron, polyester, nylon. Serat galian adalah bahan yang berasal dari dalam tanah, contoh asbes dan logam, benang logam, bahan asbes banyak digunakan untuk sumbu kompor minyak tanah, untuk mengisi aneka bunga yang berasal dari bermacam-macam bahan tekstil seperti: stoking, nylon, tula dan bahan rajutan. Serat logam lebih banyak digunakan untuk membuat bermacam-macam jenis benang, seperti, benang emas, benang perak, tembaga, aluminium, selain itu ada pula benang logam yang dilapisi dengan plastik. Apabila benang logam tersebut akan di tenun, sebaiknya di gabung dengan benang dari bahan lain. Hal ini disebabkan benang logam tersebut memiliki sifat kaku dan sukar dipelihara. Benang logam ini banyak ditemukan pada bahan tekstil seperti:borkat, lame, tenunan songket yang ditemukan diseluruh daerah Indonesia antara lain: songket bali, songket pandai sikek, songket silungkang, songket kubang, songket palembang, songket Kalimantan, songket jambi dll. Sifat Bahan Tekstil Untuk dapat melakukan pemeliharan bahan tekstil dengan tepat dan benar, terlebih dahulu harus diketahui sifat-sifat dari bahan tersebut: Katun Sifat-sifat bahan katun adalah bersifat hidroskopis atau menyerap air, mudah kusut, kenyal, dalam keadaan basah kekutannya bertambah lebih kurang 25%, dapat disetrika dalam temperatur panas yang tinggi, katun lenan tersebut mengandung lilin, oleh sebab itu tidak perlu dikanji. Katun lenan ini tidak tahan chloor. Sementara rayon lebih licin dan mengkilap, tidak menghisap debu dan kotoran, karna kotoran itu melekat hanya pada permukaan bahan saja. Sedangkan sintetis sifatnya tidak jauh berbeda dengan katun lainnya Wol Bahan wol memiliki sifat sangat kenyal hingga tidak mudah kusut, bila wol dipanaskan ia akan menjadi lunak karena kenyalnya berkurang. Wol mengikat, panas, karena serabut wol keriting. Udara dalam pori-pori wol bertahan, bila dipakai dapat mengantarkan panas, wol tidak tahan akan nyengat. Sutera Bahan sutera memiliki sifat lembut, licin dan berkilap, kenyal dan kuat. Dalam keadaan basah sutera berkurang kekuatannya 15%. Bahan sutera tahan ngenyat, banyak menghisap air dan bila dipergunakan memberi rasa sejuk. Dacron, Polyester dan Nylon Bahan tekstil ini apabila dicuci cepat menjadi kering, tidak kusut jadi tidak perlu di setrika, kuat dan tahan lama dipergunakan, lebih tahan panas. Brokat, Lame dan Songket Bahan tekstil yang berasal dari brokat, lame dan songket ini mudah berubah warna, tidak mudah kusut, kurang menyerap air, tidak tahan temperatur setrika yang tinggi.
Museum Tekstil Jakarta Museum Tekstil Jakarta merupakan sebuah lembaga edukatif kultural yang mengemban misi untuk melestarikan budaya tekstil tradisional Indonesia. Sebagai satu-satunya Museum Tekstil di Jakarta dan pertama di Indonesia yang memiliki tugas khusus tersebut, Museum Tekstil senantiasa berupaya untuk menjalankan fungsinya melalui berbagai program kegiatan yang digelar bagi publik. Adapun aktivitas yang digelar oleh Museum Tekstil antara lain pameran (koleksi museum maupun koleksi pihak ketiga); seminar, diskusi dan workshop tentang tekstil; penyuluhun bagi para pelajar; penelitian koleksi ke berbagai daerah maupun kepustakaan; perawatan koleksi museum; pelayanan konservasi tekstil dan aneka pelatihan (batik, jumputan, warna alami, dll). V i s i : Menjadikan Museum Tekstil sebagai institusi nirlaba yang menjadi pusat pelestarian alam dan budaya, media aktivitas ilmiah, seni-budaya, penunjang pendidikan, media informasi dan sebagai rekreasi edukatif-kultural yang menjadi salah satu acuan dan referensi bagi proses pembangunan bangsa. M i s i : Melakukan usaha-usaha pelestarian alam baik hewani maupun nabati dalam hal yang berkaitan dengan budaya pertekstilan di Indonesia, melakukan kegiatan inventarisasi sumber-sumber daya alam sebagaimana tersebut di atas dan koleksi-koleksi tekstil tradisional dari berbagai wilayah di Indonesia berikut bentuk dan ragamnya, melakukan kegiatan dokumentasi, penelitian-penelitian, dan melakukan penyajian informasi dan mengkomunikasikannya kepada masyarakat agar dapat dimanfaatkan sepenuhnya bagi kepentingan masyarakat yang lebih luas. Kami sangat berharap agar segenap masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas serta aktivitas yang ada di Museum Tekstil. Sejarah Museum Tekstil menempati gedung tua yang dilindungi undang-undang, memiliki nilai arsitektur kolonial dan sejarah yang memiliki daya tarik tersendiri ditinjau dari sudut pariwisata. Gedung Museum Tekstil pada awalnya adalah rumah pribadi seorang warga negara Perancis (abad ke-19), yang kemudian dijual kepada seorang Konsul Turki. Kepemilikan selanjutnya beralih kepada Karel Christian Crucq (1942). Sewaktu Jakarta sedang dibakar semangat juang merebut kemerdekaan, gedung ini digunakan sebagai markas BKR. Setelah masa revolusi selesai, gedung ini secara berturut-turut dihuni oleh Lie Sion Phin (1947), Departemen Sosial, sebelum pada akhirnya diresmikan sebagai Museum Tekstil. Gagasan untuk mendirikan Museum Tekstil muncul sejak Tahun 1975 yang dilatarbelakangi sinyalemen bahwa dengan membanjirnya tekstil modern telah banyak menggeser tekstil tradisional nusantara. Pemrakarsa gagasan tersebut adalah Kelompok Pecinta Kain Tradisional Indonesia WASTRAPREMA, Bapak Ir.Safioen (saat itu selaku Dirjen Tekstil Departemen Perindustrian). Gubernur DKI Jakarta pada waktu itu dijabat oleh Bapak Ali Sadikin mendukung upaya ini dan menyediakan tempat bagi museum yang akan didirikan yaitu gedung yang berada di Jl. KS Tubun No. 4 Petamburan, Jakarta Barat. Pada tanggal 28 Juni 1976 gedung ini diresmikan sebagai Museum tekstil oleh Ibu Tien Soeharto (Ibu Negara pada saat itu) dengan disaksikan oleh Bapak Ali Sadikin selaku Gubernur DKI Jakarta. Pada tahun 1998 Pemda DKI Jakarta melakukan perluasan areal Museum Tekstil ke sebelah timur dan sekaligus menjadikan gedung tua di Jl KS Tubun No. 2 tersebut sebagai sarana penunjang kegiatan museum dengan menampung partisipasi masyarakat untuk turut mengembangkan tekstil kontemporer yang berkembang di Indonesia, sehingga gedung ini diberi nama Galeri Tekstil Kontemporer. Gedung II diresmikan penggunaannya pada tanggal 21 November 2000, ditandai dengan berlangsungnya kegiatan perdana berupa Pameran Koleksi Batik Iwan Tirta, hasil kerja sama Museum Tekstil dengan Wastraprema dan Yayasan Mitra Museum Indonesia. Selanjutnya berturut-turut pernah diselenggarakan juga kerja sama kegiatan dengan Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Amerika (PPIA), Pusat Kebudayaan Perancis, Pusat Kebudayaan Meksiko, serta beberapa lembaga/kelompok masyarakat lainnya. Koleksi awal yang dihimpun di Museum Tekstil diperoleh dari sumbangan Wastraprema (sekitar 500 koleksi), selanjutnya makin bertambah melalui pembelian oleh Dinas Museum dan Sejarah/ Dinas Museum dan Pemugaran/Dinas Kebudayaan dan Permuseuman, serta sumbangan dari masyarakat baik secara individu maupun kelompok. Hingga saat ini koleksi Museum Tekstil tercatat sejumlah 1914 buah.